Mama Aleta Baun, Pejuang Tangguh dari Hutan Flores

“Batu adalah tulang. Air adalah darah. Hutan adalah urat nadi. Dan tanah adalah daging”

Mama Aleta Baun adalah aktivis perempuan pejuang lingkungan dari Timor. Sejak belasan tahun ia berjuang melawan penambang dan perusak lingkungan di Nusa Tenggara Timur.

Ia pernah diancam, dilukai dengan senjata tajam, dipukuli bahkan pernah bersembunyi di goa hutan selama tiga bulan karena diburu orang.

“Tanah tidak bisa kita jual. Hutan tidak bisa kita jual. Air tidak bisa jual. Batu tidak bisa kita jual. Dan kita juga tidak bisa membuat. Batu itu adalah tempat penampung air, maka ini adalah hulu daripada batu putih. Dan kalau air kering di hulu, orang di pesisir tidak bisa bertani,” ujar Mama Aleta.

Berkat dedikasinya, perempuan asli suku Timor ini telah menuai banyak penghargaan. Salah satunya adalah Goldman Environtmenal Prize 2013 yang diberikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di California Amerika Serikat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s